hari ini memutuskan untuk terusan sholat ashar hingga isya di masjidil haram karena memang ini malam terakhir kami d haram
cerita uniknya, kebetulan saya berangkat sendiri, karena teman sekamar kelelahan lepas ziarah ke jabal nur siang tadi. Eh, qadarullah setelah turun dari rooftop sehabis sholat magrib, saya pergi ke wc lima dan tidak sengaja bertemu dengan ibuk sekamar dan anaknya ~~ ditengah jutaan orang yang datang ke haram. Jadilah kami sholat isya bertiga. Malam terakhir kami memilih sholat di dekat tiang 100-B lantai 2 yang memang view nya langsung menghadap ke kakbah.
sedikit cerita tentang ibuk dan anak yang beruntung ini:
Beberapa hari yang lalu kedua ibuk dan anak ini Allah ijinkan untuk mencium hajar aswad selepas sholat maghrib, yang akhirnya membuat ibuk menangis haru bahkan sampai selesai sholat isya.
Kejadiannya tidak disengaja. Maksud hati hanya ingin usaha memegang dinding kakbah yang tidak tertutup kiswah saat musim haji. Qadarullah mereka melihat sisi pintu kakbah seperti ada barikade manusia yang saling menjaga. dan ternyata didalam barikade itu sudah ada banyak wanita yang mengantri untuk mencium hajar aswad. Akhirnya mereka meminta agar diijinkan untuk ikut masuk ke dalam barikade. dan alhamdulillah Allah ijinkan dan mudahkan mereka untuk mencium hajar aswad.
Niat hati malam ini sebenarnya saya ingin ikut mencoba mencium hajar aswad mengikuti petunjuk dari ibuk sekamar. Namun, saat bertemu ibuk sekamar di wc lima tadi akhirnya saya mengurungkan niat.
Mencoba untuk berprasangka baik kepada Allah. Mungkin memang belum waktunya. Ibuk dan anak ini saja, baru dikesempatan keempat berkunjung ke tanah suci, baru bisa mencium hajar aswad. Mungkin nanti saya juga harus empat kali kembali ke tanah suci untuk akhirnya bisa mencium hajar aswad juga.
kata pak ustadz silahkan berdoa dan merayu Allah untuk bisa diundang kembali ke tanah suci. Berdoa seperti seorang anak yang merengek:
“Ya Allah, hamba belum sempat naik ke gua hiro ya Allah, belum sempat juga mencium hajar aswad, maka undang hamba lagi ya Allah.”
Oh ya, barikade manusia ~~ laki laki tadi adalah para pejuang shaf pertama. Mereka berkeinginan untuk bisa sholat isya nanti mengambil keutamaan shaf pertama. Mankanya mereka dengan sukarela membuat barikade dan membantu askar di dekat hajar aswad. MasyaAllah



Komentar
Posting Komentar