Langsung ke konten utama

20 May, 8th day in madinah

kesempatan kedua untuk mengunjungi makam Rasulullah dan berdoa d raudhah


MasyaAllah askar askar nya, beda sekali dengan 10 tahun yang lalu, santun pisan mengusir aja dengan doa.


hajj mabrur. hajj mabrur


***

sebelumnya sudah di ingatkan, karena kesempatan berdoa di raudhah ini singkat, maka berdoalah dengan doa doa yang memang sudah sering dan biasa kita panjatkan


Ada satu doa yang cukup sering saya baca termasuk ketika akan berangkat haji. saya kutip dari doa nabi Nuh, ketika kapal beliau masih belum berlabuh


“Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkahi, dan Engkau adalah sebaik baiknya pemberi tempat.”


dari doa ini saya berharap nanti saat haji semoga saya dipertemukan dengan orang orang baik, ditempatkan di kamar hotel dengan orang orang yang bisa saling support dalam ibadah, ditempatkan d tenda yang baik di arafah dan mina dan sebagainya supaya ibadahnya nanti bisa khusyu


saat haji juga biasa akan banyak keluarga atau teman yang titip doa. dan ada satu doa yang dititipkan dari seorang teman dan termasuk suami juga ~~ doa agar Allah bisa ijinkan kami sekeluarga tinggal dan hidup d madinah.


Disini saya teringat kembali pesan dari pak ustadz,


kita bebas memohon sama Allah, berdoa apa saja yang baik, tapi masalahnya kita tidak tahu ending-nya, apakah doa spesifik kita akan berakhir baik untuk kita atau membawa keburukan, Allah lah yang Maha Mengetahui ~~ sama seperti misal doa ingin bisa bekerja di perusahaan tertentu. Jangan jangan malahan ketika kita sudah diterima bekerja disana, ibadah kita jadi kendor karena load pekerjaan dan lain lain


Jadi nasihatnya, baiknya kita mengikuti doa doa yang ada di alquran, atau doa doa yang diajarkan Rasulullah, atau doa doa yang pernah dipanjatkan para salafus shaleh. Yang insyaAllah doa nya baik dan ending-nya juga akan baik.


Jadi doa nabi Nuh ini akan saya bacakan dan ajarkan ke anak anak jika nanti mereka galau untuk memilih penempatan sekolah, tempat kerja, atau tempat tinggal. semoga Allah selalu tempatkan anak anak di tempat terbaik dan penuh berkah











Komentar

Postingan populer dari blog ini

17 May, 5th day in madinah

sharing doa dari ibuk sekamar Jangan lupa sisipkan kata keberuntungan y nduk, waktu doakan anak anak. karena biasanya anak yang pinter aja itu belum cukup, kadang kita perlu beruntung untuk sukses. doakan anak anak (sebutkan nama anak), agar Allah memberikan keberkahan, keberuntungan, dan kesuksesan dunia akhirat. tambahan lagi untuk tidak lupa mendoakan agar anak anak cinta kepada Allah dan Rasulullah lebih dari apapun didunia ini doa doa yang sederhana yang bisa kita ulang ulang terus diwaktu waktu yang mustajab 📷 : video call anak anak lanang sembari nunggu ashar. pas dirumah bada magrib bisa sambil tadarusan bareng. Madinah ini kids friendly sangat. lihat merpati terbang di dalam masjid inget anak. lihat orang bagi bagi coklat permen, auto inget anak lagi

Obrolan di Bus

Peringatan sebelumya: Tidak bermaksud memperkenalkan permainan haram ini ke khalayak ramai, tapi sesuai dengan label pada entri ini, “Just for my curiosity.” Entri ini bermula ketika saya duduk di samping seorang rekan kerja di bus, ketika akan pulang ke mess. Tidak sengaja ketika saya melihat-lihat gallery photo di iPhone-nya saya menemukan gambar deretan angka-angka, kemudian prasangka saya mengenai permainan haram itu pun muncul. Sebagai orang yang awam perihal permainan togel ini, rasa ingin tahu saya pun timbul. Daftar pertanyaan pun bermunculan dan meluncur begitu saya tanpa putus-putus. Dimulai dari, apa sih togel itu? Berapa sih angka togel yang bisa dipertaruhkan? Seberapa banyak sih yang bisa kalian dapat kalau kalian menang? Siapa yang jadi bandarnya? Memangnya angka yang keluar bisa dipercaya? Bagaimana kalau kalian ditipu? Angka togelnya keluarnya kapan? Sehari berapa kali? Kamu pernah menang? Kenapa kalo menang dua angka, pengalinya ganjil? Kenapa harus d...

Dua Belas dan Dua Tahun Berselang

Setelah lelah dengan kesibukan ngantor hampir 12 jam sehari, saya pikir ketika tiba waktunya untuk berlibur, saya akan menghabiskannya untuk leyeh-leyeh dan bermalas-malasan di rumah selama tiga minggu. Tapi ternyata, bermalas-malasan juga ada batasnya. Ketika saya mendapatkan kesempatan untuk cuti selama tiga minggu, waktu satu minggu pertama di rumah, saya manfaatkan untuk menikmati hidup dengan ritme yang slow. Saya banyak mengerjakan pekerjaan rumah, macam menyapu, mengepel, mencuci baju, dan menyetrika. Kadang, waktu luang saya, saya selingi dengan berjalan keliling kota dan membaca buku. Sanking melimpahnya waktu luang yang saya miliki, buku “Titik Nol” sebanyak lebih dari 500 halaman bisa khatam dalam waktu seminggu. Namun, belum genap satu minggu, rasanya saya sudah ingin mencicipi lagi hidup dengan ritme yang lebih dinamis, walau bukan dengan bekerja. Rasanya, pada saat itu saya ingin segera keluar dari rumah, dan bahkan ingin segera keluar dari kota Surabaya yang terken...