baru beberapa hari sudah kangen sangat mendengar suara imam berkata “istawuu” dan suara teriakan teriakan askar. Alhamdulillah masih Allah ijinkan sholat d haram, padahal badan sudah kasih signal tamu bulanan akan segera tiba.
memutuskan untuk tidak meminum primolut, dan bertawakal jika memang harus istirahat, waktu yang luang mau dipake untuk ziarah dan naik ke gua hira, tapi Allah Maha Baik, saya masih dikasih kesempatan untuk berdoa d depan ka’bah berkali kali
sampai sampai hari ini pun saya masih bisa umroh sunnah, dan saya putuskan untuk badal umroh untuk bude yang sudah tiada enam tahun silam karena covid
Beliau adalah kakak dari mamak saya yang sangat berjasa untuk keluarga kami, karena beliau beberapa kali menemani persalinan mamak di kalimantan saat kelahiran dua adik saya. Sebelum meninggal beliau berencana untuk berhenti bekerja dan berkeinginan untuk berangkat umroh, tapi rencana Allah berbeda.
Alhamdulillah umroh hari ini buat saya adalah yang paling nyaman walaupun kami kerjakan setelah sholat dzuhur. kondisi hari ini tidak terlalu padat saat thawaf dan sa’i dan rombongan kami sendiri tidak terlalu banyak yang ikut karena memang kebanyakan jamaah sudah cukup lelah setelah puncak haji
dan Allah tutup rangkaian umroh hari ini dengan kejutan yang menambah dan melengkapi kebermaknaannya
umroh kami selesai bertepatan dengan saat sholat ashar. selesai sholat ashar dan sholat jenazah kami berjalan di pelataran masjid hendak pulang ke hotel, namun tiba tiba jalan kami dihadang oleh beberapa askar yang menutup jalan dengan barrier.
Beberapa saat kemudian beberapa boogie car lewat didepan kami membawa banyak rombongan. sekilas saya mengira ada anggota kerajaan atau pejabat yang hari ini sholat di haram. Namun, setelah lebih dari lima boogie car yang lewat saya mulai menyadari sesuatu ketika yang menaikinya bukan hanya orang arab, tapi ada juga rombongan orang berkulit hitam dan bahkan rombongan orang melayu, yang sepertinya adalah orang indonesia.
Akhirnya saya tersadar kalo boogie car tersebut tidak hanya membawa rombongan tapi juga jenazah yang tadi kami ikut men-sholatinya bersama imam.
Auto merinding.
dan tidak habis habis saya mengulang doa doa yang tadi banyak saya baca ketika thawaf untuk bude.
“Ya Allah, ampunilah mereka, maafkanlah mereka dan tempatkanlah mereka di tempat yang mulia, luaskan kuburan mereka.”


Komentar
Posting Komentar