Langsung ke konten utama

2 June, back to haram

baru beberapa hari sudah kangen sangat mendengar suara imam berkata “istawuu” dan suara teriakan teriakan askar. Alhamdulillah masih Allah ijinkan sholat d haram, padahal badan sudah kasih signal tamu bulanan akan segera tiba.


memutuskan untuk tidak meminum primolut, dan bertawakal jika memang harus istirahat, waktu yang luang mau dipake untuk ziarah dan naik ke gua hira, tapi Allah Maha Baik, saya masih dikasih kesempatan untuk berdoa d depan ka’bah berkali kali


sampai sampai hari ini pun saya masih bisa umroh sunnah, dan saya putuskan untuk badal umroh untuk bude yang sudah tiada enam tahun silam karena covid


Beliau adalah kakak dari mamak saya yang sangat berjasa untuk keluarga kami, karena beliau beberapa kali menemani persalinan mamak di kalimantan saat kelahiran dua adik saya. Sebelum meninggal beliau berencana untuk berhenti bekerja dan berkeinginan untuk berangkat umroh, tapi rencana Allah berbeda. 


Alhamdulillah umroh hari ini buat saya adalah yang paling nyaman walaupun kami kerjakan setelah sholat dzuhur. kondisi hari ini tidak terlalu padat saat thawaf dan sa’i dan rombongan kami sendiri tidak terlalu banyak yang ikut karena memang kebanyakan jamaah sudah cukup lelah setelah puncak haji


dan Allah tutup rangkaian umroh hari ini dengan kejutan yang menambah dan melengkapi kebermaknaannya


umroh kami selesai bertepatan dengan saat sholat ashar. selesai sholat ashar dan sholat jenazah kami berjalan di pelataran masjid hendak pulang ke hotel, namun tiba tiba jalan kami dihadang oleh beberapa askar yang menutup jalan dengan barrier.


Beberapa saat kemudian beberapa boogie car lewat didepan kami membawa banyak rombongan. sekilas saya mengira ada anggota kerajaan atau pejabat yang hari ini sholat di haram. Namun, setelah lebih dari lima boogie car yang lewat saya mulai menyadari sesuatu ketika yang menaikinya bukan hanya orang arab, tapi ada juga rombongan orang berkulit hitam dan bahkan rombongan orang melayu, yang sepertinya adalah orang indonesia.


Akhirnya saya tersadar kalo boogie car tersebut tidak hanya membawa rombongan tapi juga jenazah yang tadi kami ikut men-sholatinya bersama imam.


Auto merinding.

dan tidak habis habis saya mengulang doa doa yang tadi banyak saya baca ketika thawaf untuk bude.


“Ya Allah, ampunilah mereka, maafkanlah mereka dan tempatkanlah mereka di tempat yang mulia, luaskan kuburan mereka.”









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Buku Clever Lands: Motivasi

Gegara punya anak (dan instagram), kebiasaan saya yang lama sempat menghilang. Yakni membaca dan menulis. Sekarang, sedikit sedikit saya ingin mengembalikan kebiasaan baik itu. Dimulai dari membaca. Usai membaca rasanya ingin menuangkannya dalam tulisan dan berbagi ke orang banyak. Gegara punya anak (juga), saya jadi gemar membaca buku parenting dan educating, salah satunya buku berjudul  Clever Lands.  Yang membandingkan sistem pendidikan di lima negara yang dianggap sukses dalam mendidik generasi muda. “Good education is a product of collaboration”. Dimana dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari budaya, kebijakan pemerintah, sampai taktik dan strategi untuk meningkatkan motivasi belajar dan mengajar. Motivasi adalah dorongan yang dapat menjelaskan mengapa seseorang kerap terus melakukan aktivitas belajar dan mengajar. “Motivation 1.0 is simply that we have a drive for survival. Motivation 2.0 is based on the assumption that humans seek reward and avoid puni...

17 May, 5th day in madinah

sharing doa dari ibuk sekamar Jangan lupa sisipkan kata keberuntungan y nduk, waktu doakan anak anak. karena biasanya anak yang pinter aja itu belum cukup, kadang kita perlu beruntung untuk sukses. doakan anak anak (sebutkan nama anak), agar Allah memberikan keberkahan, keberuntungan, dan kesuksesan dunia akhirat. tambahan lagi untuk tidak lupa mendoakan agar anak anak cinta kepada Allah dan Rasulullah lebih dari apapun didunia ini doa doa yang sederhana yang bisa kita ulang ulang terus diwaktu waktu yang mustajab 📷 : video call anak anak lanang sembari nunggu ashar. pas dirumah bada magrib bisa sambil tadarusan bareng. Madinah ini kids friendly sangat. lihat merpati terbang di dalam masjid inget anak. lihat orang bagi bagi coklat permen, auto inget anak lagi

10-12 April, manasik haji

walau masih harap harap cemas apakah bisa berangkat (karena perang iran-us), tapi toh manasik tetap dilaksanakan Dimulai dari perkenalan, saya memperkenalkan diri sebagai wanita asal sidoarjo yang inshaAllah akan berangkat haji tahun ini sendirian atas ijin suami (tsahh).  selama manasik jadi banyak berfikir jadi banyak merenung. Kalo ibadah haji ini kan karena panggilan dari Allah. Labbaik, Allahumma labbaik (aku datang, Ya Allah aku datang). Dan biasanya kan seseorang jika memanggil pasti ada alasannya kenapa memanggil? Apa memang ada yang ingin disampaikan? Apa memang ada yang ingin diberikan? Atau karena rindu ingin bertemu? Atau malahan Allah ingin menegur?  Selama ini saya mengira orang orang yang berhaji adalah orang orang yang ibadahnya sudah cukup baik. Padahal boleh jadi yang Allah undang adalah orang yang banyak berdosa. sehingga Allah berikan kesempatan untuk memohon ampunan Disini juga, saya banyak mendengar kisah satu per satu dari beberapa jamaah tentang bagaima...