dari semua cerita haji, saya paling ingin menuliskan cerita ibu N Ibu N seorang petani dari sumenep dan sudah men janda sejak usianya pertengahan 30 (seperti usia saya saat ini). single mom dengan tiga orang anak laki laki Ibu N bisa berangkat haji malalui jalur anak kedua. Beliau tidak pernah meminta dan ujug ujug ketika undangan itu tiba beliau langsung diminta sang anak untuk medical check up dan vaksin semua persiapan haji sejak pendaftaran sampai dengan pelunasan semua diselesaikan sang anak tanpa sepengetahuan ibu N (kebetulan anak ibu N usianya mirip usia saya saat ini) saya melihat sendiri kasih sayang sang anak kepada ibunya. sejak ia menemani proses medical di rs menur sampai mengantarkan di bandara soetta. Bagaimana love language sang anak ke ibu N bahkan di depan umum Perjuangan sang anak juga tidak main main, lulus S1 teknik elektro ITS, ia lanjut bekerja di perusahaan penerbangan internasional. dan sekarang melanjutkan studi di teknik dirgantara ITB (mbelani resigned demi...
ihram for more than 24 ⏰ . diputer puter sampai akhirnya gak bisa masuk masjid untuk thawaf dan sai. latihan sabar sebelum d-day mencoba mengambil hikmahnya saja. Berihram di hari jumat. seharian penuh ~ full day di waktu dan tempat yang mustajab untuk berdoa. utamanya habis ashar kata ustadz tanah haram ini magic. capek capek habis umroh, balik indonesia sudah pengen balik lagi k makkah sama kayak sambel. pedes pedes tapi y dimakan lagi sama seperti melahirkan. sakit sakit tapi ya hamil lagi makan es krim jam 2 pagi, selesai tawaf qudum dan sa'i padahal kami berangkat dari hotel di mina sejak bada isya. Alhamdulillah, lelah yang menyenangkan ya Allah. setelah pagi tadi gagal sholat Jumat di haram lanjut umroh wajib gegara jalan masuk sudah keburu di tutup. tapi tawaf di malam hari ternyata se syahdu ini.