kisah ini pertama saya baca di aplikasi bekal haji dan membuat saya merinding dan ketika saya mendengarnya lagi ketika khutbah arafah, masih saja saya merinding mendengarnya: Perintah Allah kepada nabi Ibrahim agar menyeru kepada seluruh manusia untuk datang ke ka’bah, setelah beliau tinggikan bersama Ismail. Ibrahim merasa tidak sanggup menyeru sampai ke ujung dunia. Tapi Allah tetap perintahkan untuk menyerukan dan Allah yang akan menyampaikan. kata pak ustadz, ketika diserukan di atas jabal Abu Qubais, semua makhluk menunduk bahkan gunung sekalipun, sampai akhirnya seruan Ibrahim didengar semua makhluk, bahkan bayi didalam rahim dan panggilan itu sampai hari ini terus disambut jutaan orang di seluruh dunia untuk beribadah haji atau umroh
dari semua cerita haji, saya paling ingin menuliskan cerita ibu N Ibu N seorang petani dari sumenep dan sudah men janda sejak usianya pertengahan 30 (seperti usia saya saat ini). single mom dengan tiga orang anak laki laki Ibu N bisa berangkat haji malalui jalur anak kedua. Beliau tidak pernah meminta dan ujug ujug ketika undangan itu tiba beliau langsung diminta sang anak untuk medical check up dan vaksin semua persiapan haji sejak pendaftaran sampai dengan pelunasan semua diselesaikan sang anak tanpa sepengetahuan ibu N (kebetulan anak ibu N usianya mirip usia saya saat ini) saya melihat sendiri kasih sayang sang anak kepada ibunya. sejak ia menemani proses medical di rs menur sampai mengantarkan di bandara soetta. Bagaimana love language sang anak ke ibu N bahkan di depan umum Perjuangan sang anak juga tidak main main, lulus S1 teknik elektro ITS, ia lanjut bekerja di perusahaan penerbangan internasional. dan sekarang melanjutkan studi di teknik dirgantara ITB (mbelani resigned demi...