Langsung ke konten utama

Postingan

4 June, last night in haram

hari ini memutuskan untuk terusan sholat ashar hingga isya di masjidil haram karena memang ini malam terakhir kami d haram cerita uniknya, kebetulan saya berangkat sendiri, karena teman sekamar kelelahan lepas ziarah ke jabal nur siang tadi. Eh, qadarullah setelah turun dari rooftop sehabis sholat magrib, saya pergi ke wc lima dan tidak sengaja bertemu dengan ibuk sekamar dan anaknya ~~ ditengah jutaan orang yang datang ke haram. Jadilah kami sholat isya bertiga. Malam terakhir kami memilih sholat di dekat tiang 100-B lantai 2 yang memang view nya langsung menghadap ke kakbah.  sedikit cerita tentang ibuk dan anak yang beruntung ini: Beberapa hari yang lalu kedua ibuk dan anak ini Allah ijinkan untuk mencium hajar aswad selepas sholat maghrib, yang akhirnya membuat ibuk menangis haru bahkan sampai selesai sholat isya. Kejadiannya tidak disengaja. Maksud hati hanya ingin usaha memegang dinding kakbah yang tidak tertutup kiswah saat musim haji. Qadarullah mereka melihat sisi pintu ka...
Postingan terbaru

2 June, back to haram

baru beberapa hari sudah kangen sangat mendengar suara imam berkata “istawuu” dan suara teriakan teriakan askar. Alhamdulillah masih Allah ijinkan sholat d haram, padahal badan sudah kasih signal tamu bulanan akan segera tiba. memutuskan untuk tidak meminum primolut, dan bertawakal jika memang harus istirahat, waktu yang luang mau dipake untuk ziarah dan naik ke gua hira, tapi Allah Maha Baik, saya masih dikasih kesempatan untuk berdoa d depan ka’bah berkali kali sampai sampai hari ini pun saya masih bisa umroh sunnah, dan saya putuskan untuk badal umroh untuk bude yang sudah tiada enam tahun silam karena covid Beliau adalah kakak dari mamak saya yang sangat berjasa untuk keluarga kami, karena beliau beberapa kali menemani persalinan mamak di kalimantan saat kelahiran dua adik saya. Sebelum meninggal beliau berencana untuk berhenti bekerja dan berkeinginan untuk berangkat umroh, tapi rencana Allah berbeda.  Alhamdulillah umroh hari ini buat saya adalah yang paling nyaman walaupun k...

29 May, last day in mina

perjalanan ini, bagi saya seperti sebuah hadiah saya menjalani penuh dengan rasa bahagia seperti seorang anak yang baru saja mendapatkan hadiah yang sudah lama diimpikan bahkan saya masih diberikan kesempatan untuk terus terus meminta, lagi dan lagi sampai sampai saya jarang bersedih, jarang terharu, dan jarang terisak, karena hati terus berbunga bunga karena semua pemberian Nya, semua jamuan Nya, apapun keadaannya sangat saya nikmati sebelumnya baik di nabawi arafah atau di haram, saya banyak banyak berdoa. untuk diri ini, keluarga, dan orang terdekat. tapi di mina saya lebih banyak istighfar, dzikir, dan takbiran. Entah rasanya di mina ini hati menjadi lebih intim dengan Allah, seperti hanya ada saya dengan Allah saja dan sampailah diakhir perjalanan. tangis itu langsung pecah begitu saja di jamarat. tanpa bisa dibendung lagi ternyata saya hanyalah seorang hamba yang masih suka merengek minta ijin pak ustad untuk silaturahmi ke tenda mbak firo ~ rekan pumping asi dulu di kantor 💪. j...

26 May, day of arafah

“Ayo mbak, kita berdoa diluar aja, Allah ada diluar” dibawah naungan bayangan, angin panas semilir, ba’da waktu ashar, memulai dengan dzikir petang sebelum lanjut berdoa sampailah dibacaan: “Ya Allah, sesungguhnya aku di waktu petang ini mempersaksikan Engkau, malaikat yang memikul ‘Arys-Mu, malaikat-malaikat dan seluruh makhluk-Mu, bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah, tiada Ilah yang berhak disembah kecuali Engkau semata,” auto berhenti dzikir dan berdoa: “Ya Allah, jadikanlah hamba orang yang hari ini Engkau banggakan dihadapan malaikat malaikat Mu.” berulang ulang, berulang ulang, berulang ulang

26 May, khutbah arafah

kisah ini pertama saya baca di aplikasi bekal haji dan membuat saya merinding dan ketika saya mendengarnya lagi ketika khutbah arafah, masih saja saya merinding mendengarnya: Perintah Allah kepada nabi Ibrahim agar menyeru kepada seluruh manusia untuk datang ke ka’bah, setelah beliau tinggikan bersama Ismail. Ibrahim merasa tidak sanggup menyeru sampai ke ujung dunia. Tapi Allah tetap perintahkan untuk menyerukan dan Allah yang akan menyampaikan. kata pak ustadz, ketika diserukan di atas jabal Abu Qubais, semua makhluk menunduk bahkan gunung sekalipun, sampai akhirnya seruan Ibrahim didengar semua makhluk, bahkan bayi didalam rahim dan panggilan itu sampai hari ini terus disambut jutaan orang di seluruh dunia untuk beribadah haji atau umroh