Langsung ke konten utama

Postingan

29 May, last day in mina

perjalanan ini, bagi saya seperti sebuah hadiah saya menjalani penuh dengan rasa bahagia seperti seorang anak yang baru saja mendapatkan hadiah yang sudah lama diimpikan bahkan saya masih diberikan kesempatan untuk terus terus meminta, lagi dan lagi sampai sampai saya jarang bersedih, jarang terharu, dan jarang terisak, karena hati terus berbunga bunga karena semua pemberian Nya, semua jamuan Nya, apapun keadaannya sangat saya nikmati sebelumnya baik di nabawi arafah atau di haram, saya banyak banyak berdoa. untuk diri ini, keluarga, dan orang terdekat. tapi di mina saya lebih banyak istighfar, dzikir, dan takbiran. Entah rasanya di mina ini hati menjadi lebih intim dengan Allah, seperti hanya ada saya dengan Allah saja dan sampailah diakhir perjalanan. tangis itu langsung pecah begitu saja di jamarat. tanpa bisa dibendung lagi ternyata saya hanyalah seorang hamba yang masih suka merengek minta ijin pak ustad untuk silaturahmi ke tenda mbak firo ~ rekan pumping asi dulu di kantor 💪. j...
Postingan terbaru

26 May, day of arafah

“Ayo mbak, kita berdoa diluar aja, Allah ada diluar” dibawah naungan bayangan, angin panas semilir, ba’da waktu ashar, memulai dengan dzikir petang sebelum lanjut berdoa sampailah dibacaan: “Ya Allah, sesungguhnya aku di waktu petang ini mempersaksikan Engkau, malaikat yang memikul ‘Arys-Mu, malaikat-malaikat dan seluruh makhluk-Mu, bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah, tiada Ilah yang berhak disembah kecuali Engkau semata,” auto berhenti dzikir dan berdoa: “Ya Allah, jadikanlah hamba orang yang hari ini Engkau banggakan dihadapan malaikat malaikat Mu.” berulang ulang, berulang ulang, berulang ulang

26 May, khutbah arafah

kisah ini pertama saya baca di aplikasi bekal haji dan membuat saya merinding dan ketika saya mendengarnya lagi ketika khutbah arafah, masih saja saya merinding mendengarnya: Perintah Allah kepada nabi Ibrahim agar menyeru kepada seluruh manusia untuk datang ke ka’bah, setelah beliau tinggikan bersama Ismail. Ibrahim merasa tidak sanggup menyeru sampai ke ujung dunia. Tapi Allah tetap perintahkan untuk menyerukan dan Allah yang akan menyampaikan. kata pak ustadz, ketika diserukan di atas jabal Abu Qubais, semua makhluk menunduk bahkan gunung sekalipun, sampai akhirnya seruan Ibrahim didengar semua makhluk, bahkan bayi didalam rahim dan panggilan itu sampai hari ini terus disambut jutaan orang di seluruh dunia untuk beribadah haji atau umroh

24 May, 3rd day in makkah

dari semua cerita haji, saya paling ingin menuliskan cerita ibu N Ibu N seorang petani dari sumenep dan sudah men janda sejak usianya pertengahan 30 (seperti usia saya saat ini). single mom dengan tiga orang anak laki laki Ibu N bisa berangkat haji malalui jalur anak kedua. Beliau tidak pernah meminta dan ujug ujug ketika undangan itu tiba beliau langsung diminta sang anak untuk medical check up dan vaksin semua persiapan haji sejak pendaftaran sampai dengan pelunasan semua diselesaikan sang anak tanpa sepengetahuan ibu N (kebetulan anak ibu N usianya mirip usia saya saat ini) saya melihat sendiri kasih sayang sang anak kepada ibunya. sejak ia menemani proses medical di rs menur sampai mengantarkan di bandara soetta. Bagaimana love language sang anak ke ibu N bahkan di depan umum Perjuangan sang anak juga tidak main main, lulus S1 teknik elektro ITS, ia lanjut bekerja di perusahaan penerbangan internasional. dan sekarang melanjutkan studi di teknik dirgantara ITB (mbelani resigned demi...

22 May, 1st day in makkah

ihram for more than 24 ⏰ . diputer puter sampai akhirnya gak bisa masuk masjid untuk thawaf dan sai. latihan sabar sebelum d-day mencoba mengambil hikmahnya saja. Berihram di hari jumat. seharian penuh ~ full day di waktu dan tempat yang mustajab untuk berdoa. utamanya habis ashar kata ustadz tanah haram ini magic. capek capek habis umroh, balik indonesia sudah pengen balik lagi k makkah sama kayak sambel. pedes pedes tapi y dimakan lagi sama seperti melahirkan. sakit sakit tapi ya hamil lagi   makan es krim jam 2 pagi, selesai tawaf qudum dan sa'i padahal kami berangkat dari hotel di mina sejak bada isya. Alhamdulillah, lelah yang menyenangkan ya Allah. setelah pagi tadi gagal sholat Jumat di haram lanjut umroh wajib gegara jalan masuk sudah keburu di tutup. tapi tawaf di malam hari ternyata se syahdu ini.