Langsung ke konten utama

Postingan

7 June, come home

Dua puluh empat hari terbaik dalam hidup. Banyak kesan dan pelajaran yang didapat, utamanya tentang doa Saya banyak banyak belajar tentang doa, mencoba memahami bagaimana doa bekerja, adab berdoa, waktu yang mustajab untuk berdoa. sebelum berangkat dulu sempat dinasihati untuk biasakanlah berdoa 10-15 menit setiap habis sholat, agar tidak hilang arah ketika kita diberi kesempatan berdoa 6-7 jam nanti di arafah dan bisa merasakan nikmatnya berdoa setibanya di rumah, beberapa keluarga, tetangga, guru guru dan teman teman berkunjung ke rumah untuk menanyakan kabar. yang unik saya rasakan, untuk beberapa orang yang sebelumnya pernah ke tanah suci, moment ziaroh haji ini seperti mengembalikan ingatan mereka dan bernostalgia tentang kenangan manis pada masa mereka umroh atau haji dulu. semua saling bercerita dan larut dalam kenangan masing masing. dan tidak lupa diakhiri dengan “nyuwun doa” salah satunya agar Allah bisa undang lagi kami semua ke tanah suci Dulu saat d arafah ~ selain berdoa ...
Postingan terbaru

5 June, see you when i see you

Thawaf wada, thawaf perpisahan ~ setelah pagi ini kami sudah tidak bisa kembali k haram bahkan untuk sholat jumat sekalipun Thawaf, berkeliling kakbah berlawanan arah jarum jam. menurut penuturan pak ustadz, thawaf berlawanan arah jarum jam ~ selaras dengan perputaran alam semesta, sejatinya semakin mendekatkan kita k kakbah. Inipun saya alami sendiri ketika kita khusyu membaca buku doa, membaca alquran, atau fokus berdoa dan berdzikir sambil terus menatap kakbah, tanpa sadar tiba tiba kita sudah ada di dekat dinding kakbah sama hal nya ketika kita menjalani perputaran hidup ~ menjalani siklus harian kita, sejatinya semakin mendekatkan kita kepada Allah bukan malahan menjauh. semua yang kita lakukan sejatinya adalah bentuk ibadah, tidak hanya sholat Ada memang orang yang sangat menikmati sholatnya sebagai bentuk mendekatkan diri ke Allah, tapi ada juga yang mungkin ketika sholat sulit untuk bisa khusyuk tapi saat berdoa sangat khusyuk ~ seperti orang yang sedang mencurahkan isi hatinya...

4 June, last night in haram

hari ini memutuskan untuk terusan sholat ashar hingga isya di masjidil haram karena memang ini malam terakhir kami d haram cerita uniknya, kebetulan saya berangkat sendiri, karena teman sekamar kelelahan lepas ziarah ke jabal nur siang tadi. Eh, qadarullah setelah turun dari rooftop sehabis sholat magrib, saya pergi ke wc lima dan tidak sengaja bertemu dengan ibuk sekamar dan anaknya ~~ ditengah jutaan orang yang datang ke haram. Jadilah kami sholat isya bertiga. Malam terakhir kami memilih sholat di dekat tiang 100-B lantai 2 yang memang view nya langsung menghadap ke kakbah.  sedikit cerita tentang ibuk dan anak yang beruntung ini: Beberapa hari yang lalu kedua ibuk dan anak ini Allah ijinkan untuk mencium hajar aswad selepas sholat maghrib, yang akhirnya membuat ibuk menangis haru bahkan sampai selesai sholat isya. Kejadiannya tidak disengaja. Maksud hati hanya ingin usaha memegang dinding kakbah yang tidak tertutup kiswah saat musim haji. Qadarullah mereka melihat sisi pintu ka...

2 June, back to haram

baru beberapa hari sudah kangen sangat mendengar suara imam berkata “istawuu” dan suara teriakan teriakan askar. Alhamdulillah masih Allah ijinkan sholat d haram, padahal badan sudah kasih signal tamu bulanan akan segera tiba. memutuskan untuk tidak meminum primolut, dan bertawakal jika memang harus istirahat, waktu yang luang mau dipake untuk ziarah dan naik ke gua hira, tapi Allah Maha Baik, saya masih dikasih kesempatan untuk berdoa d depan ka’bah berkali kali sampai sampai hari ini pun saya masih bisa umroh sunnah, dan saya putuskan untuk badal umroh untuk bude yang sudah tiada enam tahun silam karena covid Beliau adalah kakak dari mamak saya yang sangat berjasa untuk keluarga kami, karena beliau beberapa kali menemani persalinan mamak di kalimantan saat kelahiran dua adik saya. Sebelum meninggal beliau berencana untuk berhenti bekerja dan berkeinginan untuk berangkat umroh, tapi rencana Allah berbeda.  Alhamdulillah umroh hari ini buat saya adalah yang paling nyaman walaupun k...

29 May, last day in mina

perjalanan ini, bagi saya seperti sebuah hadiah saya menjalani penuh dengan rasa bahagia seperti seorang anak yang baru saja mendapatkan hadiah yang sudah lama diimpikan bahkan saya masih diberikan kesempatan untuk terus terus meminta, lagi dan lagi sampai sampai saya jarang bersedih, jarang terharu, dan jarang terisak, karena hati terus berbunga bunga karena semua pemberian Nya, semua jamuan Nya, apapun keadaannya sangat saya nikmati sebelumnya baik di nabawi arafah atau di haram, saya banyak banyak berdoa. untuk diri ini, keluarga, dan orang terdekat. tapi di mina saya lebih banyak istighfar, dzikir, dan takbiran. Entah rasanya di mina ini hati menjadi lebih intim dengan Allah, seperti hanya ada saya dengan Allah saja dan sampailah diakhir perjalanan. tangis itu langsung pecah begitu saja di jamarat. tanpa bisa dibendung lagi ternyata saya hanyalah seorang hamba yang masih suka merengek minta ijin pak ustad untuk silaturahmi ke tenda mbak firo ~ rekan pumping asi dulu di kantor 💪. j...