Langsung ke konten utama

24 May, 3rd day in makkah

dari semua cerita haji, saya paling ingin menuliskan cerita ibu N

Ibu N seorang petani dari sumenep dan sudah men janda sejak usianya pertengahan 30 (seperti usia saya saat ini). single mom dengan tiga orang anak laki laki


Ibu N bisa berangkat haji malalui jalur anak kedua. Beliau tidak pernah meminta dan ujug ujug ketika undangan itu tiba beliau langsung diminta sang anak untuk medical check up dan vaksin


semua persiapan haji sejak pendaftaran sampai dengan pelunasan semua diselesaikan sang anak tanpa sepengetahuan ibu N (kebetulan anak ibu N usianya mirip usia saya saat ini)


saya melihat sendiri kasih sayang sang anak kepada ibunya. sejak ia menemani proses medical di rs menur sampai mengantarkan di bandara soetta. Bagaimana love language sang anak ke ibu N bahkan di depan umum


Perjuangan sang anak juga tidak main main, lulus S1 teknik elektro ITS, ia lanjut bekerja di perusahaan penerbangan internasional. dan sekarang melanjutkan studi di teknik dirgantara ITB (mbelani resigned demi menambah ilmu). Bahkan cerita ibu N, setelah sang anak mapan dan cukup dewasa, ia juga minta dicarikan jodoh pilihan ibunya. MasyaAllah 


itulah kenapa ibu N selalu menangis terharu, karena katanya selalu teringat anak keduanya. katanya lagi, beliau hari ini bisa berhaji bisa berziarah karena anak keduanya


Auto ingat anak anak lanangku di rumah

Auto minta didoakan ibu N supaya khalil dan arqam menjadi anak sholeh, anak sukses dunia akhirat, dan cintanya ke ibu nya ugal ugalan gitu juga ~~ maksudnya cintanya tulus sampai dewasa




Ending nya, dihari kami pulang ke surabaya sang anak memberikan buket bunga ke ibu N dan tidak lupa ke beberapa teman seperjalanan ibu N yang hari hari sering membersamai ibuknya. MasyaAllah





Komentar

Postingan populer dari blog ini

17 May, 5th day in madinah

sharing doa dari ibuk sekamar Jangan lupa sisipkan kata keberuntungan y nduk, waktu doakan anak anak. karena biasanya anak yang pinter aja itu belum cukup, kadang kita perlu beruntung untuk sukses. doakan anak anak (sebutkan nama anak), agar Allah memberikan keberkahan, keberuntungan, dan kesuksesan dunia akhirat. tambahan lagi untuk tidak lupa mendoakan agar anak anak cinta kepada Allah dan Rasulullah lebih dari apapun didunia ini doa doa yang sederhana yang bisa kita ulang ulang terus diwaktu waktu yang mustajab 📷 : video call anak anak lanang sembari nunggu ashar. pas dirumah bada magrib bisa sambil tadarusan bareng. Madinah ini kids friendly sangat. lihat merpati terbang di dalam masjid inget anak. lihat orang bagi bagi coklat permen, auto inget anak lagi

Obrolan di Bus

Peringatan sebelumya: Tidak bermaksud memperkenalkan permainan haram ini ke khalayak ramai, tapi sesuai dengan label pada entri ini, “Just for my curiosity.” Entri ini bermula ketika saya duduk di samping seorang rekan kerja di bus, ketika akan pulang ke mess. Tidak sengaja ketika saya melihat-lihat gallery photo di iPhone-nya saya menemukan gambar deretan angka-angka, kemudian prasangka saya mengenai permainan haram itu pun muncul. Sebagai orang yang awam perihal permainan togel ini, rasa ingin tahu saya pun timbul. Daftar pertanyaan pun bermunculan dan meluncur begitu saya tanpa putus-putus. Dimulai dari, apa sih togel itu? Berapa sih angka togel yang bisa dipertaruhkan? Seberapa banyak sih yang bisa kalian dapat kalau kalian menang? Siapa yang jadi bandarnya? Memangnya angka yang keluar bisa dipercaya? Bagaimana kalau kalian ditipu? Angka togelnya keluarnya kapan? Sehari berapa kali? Kamu pernah menang? Kenapa kalo menang dua angka, pengalinya ganjil? Kenapa harus d...

Dua Belas dan Dua Tahun Berselang

Setelah lelah dengan kesibukan ngantor hampir 12 jam sehari, saya pikir ketika tiba waktunya untuk berlibur, saya akan menghabiskannya untuk leyeh-leyeh dan bermalas-malasan di rumah selama tiga minggu. Tapi ternyata, bermalas-malasan juga ada batasnya. Ketika saya mendapatkan kesempatan untuk cuti selama tiga minggu, waktu satu minggu pertama di rumah, saya manfaatkan untuk menikmati hidup dengan ritme yang slow. Saya banyak mengerjakan pekerjaan rumah, macam menyapu, mengepel, mencuci baju, dan menyetrika. Kadang, waktu luang saya, saya selingi dengan berjalan keliling kota dan membaca buku. Sanking melimpahnya waktu luang yang saya miliki, buku “Titik Nol” sebanyak lebih dari 500 halaman bisa khatam dalam waktu seminggu. Namun, belum genap satu minggu, rasanya saya sudah ingin mencicipi lagi hidup dengan ritme yang lebih dinamis, walau bukan dengan bekerja. Rasanya, pada saat itu saya ingin segera keluar dari rumah, dan bahkan ingin segera keluar dari kota Surabaya yang terken...