diajak jalan jalan ke alun alun
dan mendengarkan shirah dari ustadz
madinah ini kan secara dhohir, sepertinya biasa biasa saja. tidak secantik atau semegah kota kota lain di negara lain.
tapi yang membuatnya istimewa, karena ketika kita menginjak tanah madinah, artinya kita menginjak tanah yang sama seperti tanah yang Rasulullah pijakkan
Berdiri ditengah alun alun, berdiri di tengah jalan yang biasa Rasulullah lalui ketika akan berkunjung ke rumah putri tercinta
diri ini saat ini sedang berdiri di tengah jalan di antara rumah Aisyah dengan rumah fatimah dan Ali. MasyaAllah
Alun alun ini dulunya tanah lapang yang biasa digunakan Rasulullah dan para sahabat untuk sholat ied. Tanah yang Rasulullah pijak sebagai tempat imam, pada masa khalifah umar bin abdul aziz dibangun sebuah masjid yang dinamakan masjid ghamamah. yang artinya awan. karena ditempat ini juga Rasulullah pernah mengimami sholat istisqa, dan seketika hujan turun
Awan. Rasulullah yang senantiasi dinaungi awan sampai sampai ketika Rasulullah berjalan di siang yang terik pun, tidak pernah ada muncul bayangan beliau. Jadi ya memang tidak pernah ada yang bahkan sampai menginjak bayangan beliau.
Bergeser dari masjid ghamamah, terdapat masjid abu bakar. semula saya mengira ini adalah napak tilas rumah abu bakar.
Ternyata makna nya justru lebih dalam lagi.
Sepeninggalan Rasulullah, abu bakar menggantikan beliau sebagai imam, termasuk imam sholat ied. demi menghormati Rasulullah, abu bakar menolak untuk memimpin sholat ditempat yang sama dengan Rasul, sehingga beliau bergeser tempat lebih dibelakang, dimana tempat itu saat ini dibangunkan sebuah masjid/mushola



Komentar
Posting Komentar