perjalanan ini, bagi saya seperti sebuah hadiah
saya menjalani penuh dengan rasa bahagia
seperti seorang anak yang baru saja mendapatkan hadiah yang sudah lama diimpikan
bahkan saya masih diberikan kesempatan untuk terus terus meminta, lagi dan lagi
sampai sampai saya jarang bersedih, jarang terharu, dan jarang terisak, karena hati terus berbunga bunga
karena semua pemberian Nya, semua jamuan Nya, apapun keadaannya sangat saya nikmati
sebelumnya baik di nabawi arafah atau di haram, saya banyak banyak berdoa. untuk diri ini, keluarga, dan orang terdekat. tapi di mina saya lebih banyak istighfar, dzikir, dan takbiran. Entah rasanya di mina ini hati menjadi lebih intim dengan Allah, seperti hanya ada saya dengan Allah saja
dan sampailah diakhir perjalanan. tangis itu langsung pecah begitu saja di jamarat. tanpa bisa dibendung lagi
ternyata saya hanyalah seorang hamba yang masih suka merengek
Komentar
Posting Komentar