Langsung ke konten utama

5 June, see you when i see you

Thawaf wada, thawaf perpisahan ~ setelah pagi ini kami sudah tidak bisa kembali k haram bahkan untuk sholat jumat sekalipun


Thawaf, berkeliling kakbah berlawanan arah jarum jam. menurut penuturan pak ustadz, thawaf berlawanan arah jarum jam ~ selaras dengan perputaran alam semesta, sejatinya semakin mendekatkan kita k kakbah. Inipun saya alami sendiri ketika kita khusyu membaca buku doa, membaca alquran, atau fokus berdoa dan berdzikir sambil terus menatap kakbah, tanpa sadar tiba tiba kita sudah ada di dekat dinding kakbah


sama hal nya ketika kita menjalani perputaran hidup ~ menjalani siklus harian kita, sejatinya semakin mendekatkan kita kepada Allah bukan malahan menjauh. semua yang kita lakukan sejatinya adalah bentuk ibadah, tidak hanya sholat


Ada memang orang yang sangat menikmati sholatnya sebagai bentuk mendekatkan diri ke Allah, tapi ada juga yang mungkin ketika sholat sulit untuk bisa khusyuk tapi saat berdoa sangat khusyuk ~ seperti orang yang sedang mencurahkan isi hatinya kepada kekasih atau teman dekatnya


Ada yang suka membaca alquran, mentadabburi arti dari setiap ayatnya. Tapi ada juga yang tidak lancar membaca alquran tapi bibirnya selalu basah dengan bacaan dzikir dan sholawat


Ada juga yang sangat suka puasa, setiap hari berpuasa kecuali dihari Jumat. Alasanya, beliau berkata karena beliau memiliki enam orang anak. Ini adalah salah satu bentuk tirakat beliau untuk merayu Allah, memohon keselamatan untuk masing masing anak


saya sendiri sangat menikmati ibadah thawaf. disini kita bebas membaca doa apa saja, membaca dzikir apa saja atau membaca alquran surah apa saja sambil menatapi dan mengagumi kakbah dari jarak yang sangat dekat. dan biasanya selesai thawaf saya akan berusaha mencari tempat berdoa yang sejajar dengan multazam. 


tiga doa saya dikesempatan terakhir ini sambil menatap kakbah :


“Ya Allah undanglah hamba kembali ke tanah suci Mu, untuk dapat beribadah umroh dan haji bersama keluarga. Ya Allah, kabulkanlah seluruh doa doa yang hamba panjatkan di haram, nabawi dan arafah. Ya Allah, kabulkanlah doa doa yang hamba panjatkan dikemudian hari.”


Berulang ulang. Berulang ulang. Berulang ulang




sad, menemukan toko ini di hari akhir, seperti sebuah kebetulan 😢




Komentar

Postingan populer dari blog ini

17 May, 5th day in madinah

sharing doa dari ibuk sekamar Jangan lupa sisipkan kata keberuntungan y nduk, waktu doakan anak anak. karena biasanya anak yang pinter aja itu belum cukup, kadang kita perlu beruntung untuk sukses. doakan anak anak (sebutkan nama anak), agar Allah memberikan keberkahan, keberuntungan, dan kesuksesan dunia akhirat. tambahan lagi untuk tidak lupa mendoakan agar anak anak cinta kepada Allah dan Rasulullah lebih dari apapun didunia ini doa doa yang sederhana yang bisa kita ulang ulang terus diwaktu waktu yang mustajab 📷 : video call anak anak lanang sembari nunggu ashar. pas dirumah bada magrib bisa sambil tadarusan bareng. Madinah ini kids friendly sangat. lihat merpati terbang di dalam masjid inget anak. lihat orang bagi bagi coklat permen, auto inget anak lagi

Obrolan di Bus

Peringatan sebelumya: Tidak bermaksud memperkenalkan permainan haram ini ke khalayak ramai, tapi sesuai dengan label pada entri ini, “Just for my curiosity.” Entri ini bermula ketika saya duduk di samping seorang rekan kerja di bus, ketika akan pulang ke mess. Tidak sengaja ketika saya melihat-lihat gallery photo di iPhone-nya saya menemukan gambar deretan angka-angka, kemudian prasangka saya mengenai permainan haram itu pun muncul. Sebagai orang yang awam perihal permainan togel ini, rasa ingin tahu saya pun timbul. Daftar pertanyaan pun bermunculan dan meluncur begitu saya tanpa putus-putus. Dimulai dari, apa sih togel itu? Berapa sih angka togel yang bisa dipertaruhkan? Seberapa banyak sih yang bisa kalian dapat kalau kalian menang? Siapa yang jadi bandarnya? Memangnya angka yang keluar bisa dipercaya? Bagaimana kalau kalian ditipu? Angka togelnya keluarnya kapan? Sehari berapa kali? Kamu pernah menang? Kenapa kalo menang dua angka, pengalinya ganjil? Kenapa harus d...

Dua Belas dan Dua Tahun Berselang

Setelah lelah dengan kesibukan ngantor hampir 12 jam sehari, saya pikir ketika tiba waktunya untuk berlibur, saya akan menghabiskannya untuk leyeh-leyeh dan bermalas-malasan di rumah selama tiga minggu. Tapi ternyata, bermalas-malasan juga ada batasnya. Ketika saya mendapatkan kesempatan untuk cuti selama tiga minggu, waktu satu minggu pertama di rumah, saya manfaatkan untuk menikmati hidup dengan ritme yang slow. Saya banyak mengerjakan pekerjaan rumah, macam menyapu, mengepel, mencuci baju, dan menyetrika. Kadang, waktu luang saya, saya selingi dengan berjalan keliling kota dan membaca buku. Sanking melimpahnya waktu luang yang saya miliki, buku “Titik Nol” sebanyak lebih dari 500 halaman bisa khatam dalam waktu seminggu. Namun, belum genap satu minggu, rasanya saya sudah ingin mencicipi lagi hidup dengan ritme yang lebih dinamis, walau bukan dengan bekerja. Rasanya, pada saat itu saya ingin segera keluar dari rumah, dan bahkan ingin segera keluar dari kota Surabaya yang terken...