Thawaf wada, thawaf perpisahan ~ setelah pagi ini kami sudah tidak bisa kembali k haram bahkan untuk sholat jumat sekalipun
Thawaf, berkeliling kakbah berlawanan arah jarum jam. menurut penuturan pak ustadz, thawaf berlawanan arah jarum jam ~ selaras dengan perputaran alam semesta, sejatinya semakin mendekatkan kita k kakbah. Inipun saya alami sendiri ketika kita khusyu membaca buku doa, membaca alquran, atau fokus berdoa dan berdzikir sambil terus menatap kakbah, tanpa sadar tiba tiba kita sudah ada di dekat dinding kakbah
sama hal nya ketika kita menjalani perputaran hidup ~ menjalani siklus harian kita, sejatinya semakin mendekatkan kita kepada Allah bukan malahan menjauh. semua yang kita lakukan sejatinya adalah bentuk ibadah, tidak hanya sholat
Ada memang orang yang sangat menikmati sholatnya sebagai bentuk mendekatkan diri ke Allah, tapi ada juga yang mungkin ketika sholat sulit untuk bisa khusyuk tapi saat berdoa sangat khusyuk ~ seperti orang yang sedang mencurahkan isi hatinya kepada kekasih atau teman dekatnya
Ada yang suka membaca alquran, mentadabburi arti dari setiap ayatnya. Tapi ada juga yang tidak lancar membaca alquran tapi bibirnya selalu basah dengan bacaan dzikir dan sholawat
Ada juga yang sangat suka puasa, setiap hari berpuasa kecuali dihari Jumat. Alasanya, beliau berkata karena beliau memiliki enam orang anak. Ini adalah salah satu bentuk tirakat beliau untuk merayu Allah, memohon keselamatan untuk masing masing anak
saya sendiri sangat menikmati ibadah thawaf. disini kita bebas membaca doa apa saja, membaca dzikir apa saja atau membaca alquran surah apa saja sambil menatapi dan mengagumi kakbah dari jarak yang sangat dekat. dan biasanya selesai thawaf saya akan berusaha mencari tempat berdoa yang sejajar dengan multazam.
tiga doa saya dikesempatan terakhir ini sambil menatap kakbah :
“Ya Allah undanglah hamba kembali ke tanah suci Mu, untuk dapat beribadah umroh dan haji bersama keluarga. Ya Allah, kabulkanlah seluruh doa doa yang hamba panjatkan di haram, nabawi dan arafah. Ya Allah, kabulkanlah doa doa yang hamba panjatkan dikemudian hari.”
Berulang ulang. Berulang ulang. Berulang ulang
| sad, menemukan toko ini di hari akhir, seperti sebuah kebetulan 😢 |
Komentar
Posting Komentar