Langsung ke konten utama

Pilih Mana, SR 50 atau SR 4?


Berbagai travel agent yang menawarkan paket umroh reguler, biasanya menawarkan paket umroh tidak hanya sekali, tetapi bisa dua sampai tiga kali umroh per keberangkatan. Salah satu wajib umroh adalah ihram dari miqat umroh.

Miqat sendiri merupakan batas bagi dimulainya ibadah umroh. Bagi jama’ah yang datang dari Madinah, tempat miqatnya ada di Dzulhulaifah Bir Ali. Bagi jama’ah yang berada di kota Makkah, miqat untuk umroh ialah keluar dari tanah haram Makkah, yaitu sebaiknya di Ji’ranah, Tan’eim, atau Hudaibiyah.

Pengalaman saya, tempat miqat yang paling mudah dijangkau dari kota Makkah, ialah di Tan’eim. Karena lokasinya tidak terlalu jauh, dan tersedia sarana transportasi yang nyaman dan efisien, berupa bus. Efisien disini selain karena harga karcisnya yang sangat ekonomis, untuk menjangkau bus ini juga mudah. Karena bus ini beroperasi di dekat Masjidil Haram.

Informasi ini saya peroleh dari salah seorang mas-mas TKI yang membantu menyiapkan makanan kami selama di tanah suci. Sebagai perbandingan, jika menggunakan taxi, supir taxi rata-rata akan menawarkan harga sekitar SR 50 pulang pergi dari Masjidil Haram menuju Tan’eim. Namun, jika menggunakan bus SAPTCO ini, kita hanya diharuskan membayar SR 4 pulang pergi.

Pengalaman saya setelah mencicipi bus ini, memang bus ini sangat recommended sekali. Bus ini dilengkapi dengan AC yang baik, dan sistem pembayarannya menggunakan karcis. Selain itu, menurut saya bus ini relatif lebih aman dibandingkan jika kita bepergian menggunakan taxi, terutama bagi para jama’ah wanita.

Herannya, ketika saya berada di Masjidil Haram, saya sangat mudah bertemu dengan jama’ah lainnya, sesama jama’ah Indonesia. Namun, ketika saya menaiki bus SAPTCO menuju masjid Aisyah ra., saya tidak bertemu dengan satu pun jama’ah dari Indonesia, pulang pergi. Malahan, satu orang Indonesia yang sempat kami temui di dalam bus bukan merupakan jama’ah umroh melainkan TKI yang sudah bekerja di KSA cukup lama. Beliau menumpang bus ini karena mobil yang dikendarainya di parkir di tempat yang cukup jauh dikarenakan keterbatasan lahan parkir di Makkah.

Menurut beliau, kurangnya sosialisasi mengenai alternatif moda transportasi ini baik dari pihak travel agent, maupun kementrian keagamaan, menyebabkan sedikitnya jama’ah Indonesia yang memanfaatkan ketersediaan bus tersebut. Adanya alternatif ini dapat memudahkan para jama’ah yang ingin melakukan ibadah umroh secara mandiri lebih dari sekali. Dan pastinya sangat hemat, aman, dan nyaman.


For Your Comment About the Driver or the Bus

Bus SAPTCO SR 4
Penumpang Bus

Masjid Aisyah ra., Tan'eim


Komentar

Postingan populer dari blog ini

17 May, 5th day in madinah

sharing doa dari ibuk sekamar Jangan lupa sisipkan kata keberuntungan y nduk, waktu doakan anak anak. karena biasanya anak yang pinter aja itu belum cukup, kadang kita perlu beruntung untuk sukses. doakan anak anak (sebutkan nama anak), agar Allah memberikan keberkahan, keberuntungan, dan kesuksesan dunia akhirat. tambahan lagi untuk tidak lupa mendoakan agar anak anak cinta kepada Allah dan Rasulullah lebih dari apapun didunia ini doa doa yang sederhana yang bisa kita ulang ulang terus diwaktu waktu yang mustajab 📷 : video call anak anak lanang sembari nunggu ashar. pas dirumah bada magrib bisa sambil tadarusan bareng. Madinah ini kids friendly sangat. lihat merpati terbang di dalam masjid inget anak. lihat orang bagi bagi coklat permen, auto inget anak lagi

Obrolan di Bus

Peringatan sebelumya: Tidak bermaksud memperkenalkan permainan haram ini ke khalayak ramai, tapi sesuai dengan label pada entri ini, “Just for my curiosity.” Entri ini bermula ketika saya duduk di samping seorang rekan kerja di bus, ketika akan pulang ke mess. Tidak sengaja ketika saya melihat-lihat gallery photo di iPhone-nya saya menemukan gambar deretan angka-angka, kemudian prasangka saya mengenai permainan haram itu pun muncul. Sebagai orang yang awam perihal permainan togel ini, rasa ingin tahu saya pun timbul. Daftar pertanyaan pun bermunculan dan meluncur begitu saya tanpa putus-putus. Dimulai dari, apa sih togel itu? Berapa sih angka togel yang bisa dipertaruhkan? Seberapa banyak sih yang bisa kalian dapat kalau kalian menang? Siapa yang jadi bandarnya? Memangnya angka yang keluar bisa dipercaya? Bagaimana kalau kalian ditipu? Angka togelnya keluarnya kapan? Sehari berapa kali? Kamu pernah menang? Kenapa kalo menang dua angka, pengalinya ganjil? Kenapa harus d...

Dua Belas dan Dua Tahun Berselang

Setelah lelah dengan kesibukan ngantor hampir 12 jam sehari, saya pikir ketika tiba waktunya untuk berlibur, saya akan menghabiskannya untuk leyeh-leyeh dan bermalas-malasan di rumah selama tiga minggu. Tapi ternyata, bermalas-malasan juga ada batasnya. Ketika saya mendapatkan kesempatan untuk cuti selama tiga minggu, waktu satu minggu pertama di rumah, saya manfaatkan untuk menikmati hidup dengan ritme yang slow. Saya banyak mengerjakan pekerjaan rumah, macam menyapu, mengepel, mencuci baju, dan menyetrika. Kadang, waktu luang saya, saya selingi dengan berjalan keliling kota dan membaca buku. Sanking melimpahnya waktu luang yang saya miliki, buku “Titik Nol” sebanyak lebih dari 500 halaman bisa khatam dalam waktu seminggu. Namun, belum genap satu minggu, rasanya saya sudah ingin mencicipi lagi hidup dengan ritme yang lebih dinamis, walau bukan dengan bekerja. Rasanya, pada saat itu saya ingin segera keluar dari rumah, dan bahkan ingin segera keluar dari kota Surabaya yang terken...