Langsung ke konten utama

Jealous kok, sama bidadari?

Sebelumnya gak pernah kepikiran tentang ini. Tapi tiba-tiba pengen mikirin, dan akhirnya berujung dengan browsing sana-sini.

Pernah dengar pernyataan di bawah?

Allah menjanjikan bidadari kepada laki-laki di surga

Orang awam mana (wanita) yang merasa tidak cemburu, kalau mendengar pernyataan di atas? Apalagi kata bidadari disebutkan berulang-ulang dalam Al-Quran.

Deskripsi bidadari di dalam Al-Quran, ialah makhluk cipataan Allah yang memiliki seluruh sifat kesempurnaan wanita idaman.

Dan di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan, menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga) dan tidak pula oleh jin 
(QS. Ar-Rahman: 56)

Artinya, Allah telah menyiapkannya dengan sempurna, baik bentuk/rupa, akhlak, perilaku maupun pemeliharaannya.

Allah  menjanjikan hal di atas kepada laki-laki, karena laki-laki adalah pemimpin bagi wanita. Jika laki-laki dijanjikan bidadari di surga, maka mereka akan lebih bersemangat dan berupaya dalam mencari akhirat.

Cemburu sama bidadari, mungkin bisa jadi tingkat cemburu yang paling tinggi! Tapi setelah banyak baca-baca. Pikiran jadi mulai terbuka. Untuk apa cemburu dengan bidadari? Ia indah karena anugrah. Allah yang mencukupkannya begitu. Dan, yasudahlah, memang begitu.

Terus? Bagaimana dengan wanita di dunia? Ternyata, Allah menciptakan bidadari surga untuk memuliakan wanita sholehah di dunia. Jadi bagi para wanita, cemburulah pada para wanita sholehah. Wanita solehah mendapat kemuliaan di dunia, sebagaimana sabda Rasullulah SAW: 


Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita sholehah 
(HR.Muslim)

Semoga para wanita-wanita di dunia ini mampu memperoleh kedudukan untuk menjadi bidadari-bidadari yang lebih mulia dari bidadari-bidadari yang tidak pernah hidup di dunia ini.

Jadi, kalau begitu apakah laki-laki akan memilih bidadari surga ataukah isteri sholehah?  


Kalo para personel Padi, kayaknya kita sudah pada tahu jawabannya

Meskipun aku di surga,
Mungkin aku tak bahagia
Bahagiaku tak sempurna bila itu tanpamu
Aku ingin kau menjadi
Bidadariku di sana
Tempat terakhir melabuhkan
Hidup di keabadian.


Disadur dari berbagai sumber.
Terimakasih.

Postingan populer dari blog ini

Review Buku Clever Lands: Motivasi

Gegara punya anak (dan instagram), kebiasaan saya yang lama sempat menghilang. Yakni membaca dan menulis. Sekarang, sedikit sedikit saya ingin mengembalikan kebiasaan baik itu. Dimulai dari membaca. Usai membaca rasanya ingin menuangkannya dalam tulisan dan berbagi ke orang banyak. Gegara punya anak (juga), saya jadi gemar membaca buku parenting dan educating, salah satunya buku berjudul  Clever Lands.  Yang membandingkan sistem pendidikan di lima negara yang dianggap sukses dalam mendidik generasi muda. “Good education is a product of collaboration”. Dimana dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari budaya, kebijakan pemerintah, sampai taktik dan strategi untuk meningkatkan motivasi belajar dan mengajar. Motivasi adalah dorongan yang dapat menjelaskan mengapa seseorang kerap terus melakukan aktivitas belajar dan mengajar. “Motivation 1.0 is simply that we have a drive for survival. Motivation 2.0 is based on the assumption that humans seek reward and avoid puni...

Obrolan di Meja Makan

Entri ini adalah kelanjutan dari obrolan gak penting di meja makan dan terkait dengan status yang dipasang salah satu temen kantor di whatsap-nya – “Menyibak Fenomenalitas Mangkuk Ayam Jago” Cerita ini timbul karena di ruang makan mess, tersedia dua jenis sendok berbeda bentuk, dimana salah satu bentuk sendok tidak lazim digunakan untuk makan. Cerita ini berlanjut ketika kami berempat berdebat mengenai bentuk sendok yang tidak lazim tersebut. Saya dan Candra merasa sendok tersebut tidak cocok digunakan untuk menyuap nasi, dikarenakan bentuknya yang bulat dan terlalu besar dan lebih cocok digunakan sebagai sendok sup. Salah satu teman membela diri dengan pernyataan bahwa sendok inilah yang biasanya digunakan orang-orang Korea untuk makan nasi. Namun, setelah kami bertiga menilik lebih lanjut, bentuk kepala sendok bisa jadi mirip dengan sendok-sendok yang biasa digunakan orang-orang Korea. Tapi dari segi panjang sendok, jelas sangat berbeda dengan sendok Korea, yang setidak...

Obrolan di “Wong Solo”

Topik kali ini bermula saat saya ditraktir seorang rekan kerja di rumah makan Wong Solo. Ketika seorang teman memesan menu cumi-cumi balado, teman saya lainnya langsung mengingatkan untuk tidak memesan es jeruk ataupun jeruk hangat. Loh? Kenapa? Saya jadi bingung sendiri. Kemudian rekan kerja saya ini mengeluarkan tablet- nya, dan membuka article di kaskus , yang menjelaskan tentang larangan memakan atau meminum jeruk setelah memakan seafood. Dan tidak tanggung-tanggung, disana dijelaskan dengan sangat frontal mengenai seorang wanita yang mengalami kondisi dimana hati, jantung, ginjal, pembuluh darahnya rusak, usus keluar darah, pembuluh darah melebar hingga wanita itu meninggal mengenaskan dengan kelima panca indera keluar darah setelah mengkonsumsi vitamin C dan sebelumnya memakan banyak udang. Nah, kalau memang benar adanya, mengapa sampai detik ini, di rumah makan yang menjual menu seafood, masih saja disediakan daftar menu minuman yang mengandung viamin C tinggi, seperti ju...